Cara Menentukan Tarif Jasa Freelancer yang Tepat
(Biar Nggak Rugi!)
Satu pertanyaan yang paling sering
bikin freelancer galau: "Kira-kira aku pasang harga berapa ya?"
Terlalu mahal takut klien kabur. Terlalu murah, kerja keras tapi penghasilan
nggak sepadan.
Langkah
1: Hitung Kebutuhan Hidup Bulanan Kamu
Hitung semua pengeluaran bulanan:
sewa, makan, transportasi, listrik, internet, tabungan, dan kebutuhan lainnya.
Misalnya total Rp 5.000.000 per bulan — itu adalah angka minimum yang harus
kamu hasilkan dari freelance setiap bulannya.
Langkah
2: Hitung Jam Produktif Per Bulan
Estimasi realistis: 22 hari kerja
× 6 jam efektif = 132 jam. Tapi dari 132 jam itu, hanya sekitar 70-80% yang
bisa ditagihkan ke klien — jadi sekitar 100 jam billable per bulan.
Langkah
3: Hitung Tarif Per Jam Minimum
Tarif per jam = Total
kebutuhan bulanan ÷ Jam billable per bulan
Contoh: Rp 5.000.000 ÷ 100 jam =
Rp 50.000/jam. Tambahkan margin keuntungan 30-50% dan buffer pajak 10-15%,
sehingga angka finalnya sekitar Rp 70.000 - Rp 80.000/jam untuk pemula.
Langkah
4: Sesuaikan dengan Pengalaman dan Spesialisasi
•
Pemula (0-1 tahun): mulai
dari baseline
•
Menengah (2-4 tahun):
tambah 50-100% dari baseline
•
Senior/Spesialis (5+
tahun): bisa 2-3x lipat baseline
Bonus:
Contoh Tarif Freelancer Berdasarkan Bidang (2026)
Desainer Grafis: Rp 300.000 -
2.500.000+/proyek. Fotografer: Rp 500.000 - 3.500.000+/sesi. Content Writer: Rp
50.000 - 300.000+/artikel. Web Developer: Rp 1.500.000 - 8.000.000+/proyek.
👉 Buat invoice profesional
gratis di myinvoice.space — karena kerja kerasmu layak dihargai dengan benar! 💪
x

Komentar
Posting Komentar